Jumat, 14 Januari 2011

Tugas Fisika Kelas 9 Sekolah XAVETE 14-01-2011

Nih gw baek hati mw share" ke lu pada tugas na hehehehe(sok baek)
tp nti d rubah" dikit biar gk ketara ok and jangan smpe sama am master na ok
# RELAI

Relai adalah suatu peranti yang menggunakan elektromagnet untuk mengoperasikan seperangkat kontak sakelar. Susunan paling sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi. Bila kumparan ini dienergikan, medan magnet yang terbentuk menarik armatur berporos yang digunakan sebagai pengungkit mekanisme sakelar.

Berdasarkan cara kerja

  1. Normal terbuka. Kontak sakelar tertutup hanya jika relai dihidupkan.
  2. Normal tertutup. Kontak sakelar terbuka hanya jika relai dihidupkan.
  3. Tukar-sambung. Kontak sakelar berpindah dari satu kutub ke kutub lain saat relai dihidupkan.
  4. Bila arus masuk Pada gulungan maka seketika gulungan,maka seketika gulungan akan berubah menjadi medan magnit.gaya magnit inilah yang akan menarik luas sehingga saklar akan bekerja

Berdasarkan konstruksi

  1. Relai menggrendel. Jenis relai yang terus bekerja walaupun sumber tenaga kumparan telah dihilangkan.
  2. Relai lidi. Digunakan untuk pensakelaran cepat daya rendah. Terbuat dari dua lidi feromagnetik yang dikapsulkan dalam sebuah tabung gelas. Kumparan dililitkan pada tabung gelas.

# BEL LISTRIK

Bel cukup mempunyai peran dalam kehidupan sehari-hari. Dahulu tanda ini menggunakan alat-alat tradisional seperti gong, kentongan dan alat tradisional lainnya untuk memberi tanda. Pada masa kini, bel listrik sudah tersedia dalam bebagai variasi. Ada bel listrik dengan sistem elektronik yang cukup rumit, yang menghasilkan bunyi yang unik pula seperti lagu-lagu maupun nada-nada. Pembuatan bel listrik di atas membutuhkan bahan-bahan seperti kabel-kabel dan resistor yang cukup banyak dan rumit dalam pengerjaannya. Bisa juga dipergunakan PCB (Printed Circuit Board) untuk menggantikan fungsi kabel yang terlalu banyak dan terlihat tidak rapi. Namun penggunaan PCB juga tidak membebaskan pembuatan bel dari alat-alat yang cukup banyak seperti resistor, speaker dan lain-lain, selain itu penggunaan resistor membutuhkan pemahaman yang cukup tinggi dalam merangkainya, sehingga tidak semua orang ataupun orang awam dapat merangkai resistor.
Ada juga cara pembuatan bel listrik lain yang memanfaatkan gaya elektromagnetik dari kabel maupun kawat yang dibentuk kumparan untuk membuat bel listrik. Cara ini lebih mudah untuk membuat bel listrik karena cukup dengan modal ketelatenan dan mengerti tentang gaya elektromagnetik, sudah mampu membuat bel ini.


Komponen dan Cara Kerja Bel Listrik
Banyak sekali pemanfaatan elektromagnetik dalam kehidupan kita, salah satunya adalah bel listrik. Bel listrik bekerja menggunakan prinsip elektromagnetik yaitu pembuatan magnet sementara dengan cara dialiri arus listrik.
Pada dasarnya bel listrik terdiri atas dua elektromagnet yang disebut solenoida, di mana setiap solenoida dililitkan pada arah yang berlawanan. Solenoida adalah penghantar melingkar yang berbentuk kumparan panjang. Medan magnet yang ditimbulkan oleh solenoida akan lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh sebuah penghantar melingkar, apalagi oleh sebuah penghantar lurus. Jika solenoida dialiri arus listrik maka akan menghasilkan medan magnet. Medan magnet yang dihasilkan solenoida berarus listrik bergantung pada kuat arus listrik dan banyaknya kumparan. Garis-garis gaya magnet pada solenoida merupakan gabungan dari garis-garis gaya magnet dari kawat melingkar. Gabungan itu akan menghasilkan medan magnet yang sama dengan medan magnet sebuah magnet batang yang panjang. Kumparan seolah-olah mempunyai dua kutub, yaitu ujung yang satu merupakan kutub utara dan ujung kumparan yang lain merupakan kutub selatan.

Cara kerja sebuah bel listrik dapat dijelaskan sebagai berikut:
Ketika saklar (7) di sambung, maka arus listrik mengalir dari sumber (3) menuju solenoida yang berisi inti besi (1), berdasarkan prinsip elektromagnetik maka ketika solenoida yang berisi inti besi dialiri arus listik, inti besi akan berubah menjadi magnet sementara sehingga menarik pemukul (5) menuju magnet, akibatnya aliran listrik terputus karena pemukul tidak lagi bersentuhan dengan penyambung no (6), ketika pemukul tertarik kearah magnet, secara bersamaan pemukul juga memukul piringan (2). Karena aliran arus listrik terputus, maka elektromagnetik akan hilang sifat kemagnetannya, hal ini mengakibatkan pemukul kembali ke posisinya semula, proses tersebut terjadi berulang kali dengan cepat sehingga bel terdengar tidak terputus-putus.
# MESIN LISTRIK
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga, sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan.

rinsip kerja motor listrik


Prinsip kerja motor listrik
Pada motor listrik tenaga listrik dirubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan merubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro magnit. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.


 # PESAWAT TELEPON

DASAR TELEPON
Dasar pembentuk sistem adalah sebuah pengirim, sebuah penerima, sebuah bel, sebuah kumparan induksi dan sebuah magnet untuk telepon magneto dan sebuah pemutar untuk telepon otomatis.
 Pengirim
Pengirim adalah pada dasarnya sebuah alat untuk mengubah sebuah gelombang suara dari pembicaraan menjadi arus listrik. Atau dengan kata lain pengirim merupakan sebuah transducer yang biasa disebut dengan mikropon.

Mikropon terdiri dari serbuk arang yang mengisi ruang diantara dua elektroda getar dan elektroda tetap, masing-masing dihubungkan dengan tiap ujung dari sebuah batere. Sebuah membran getar dilekatkan pada elektorda getar, yang digetarkan oleh gelombang suara yang masuk. Dengan demikian tekanan yang berubah-ubah oleh elektroda begetar akan terdapat pada serbuk arang. Tahanan kontak dari serbuk arang berubah sesuai dengan tekanan yang terdapat padanya. Jika tidak ada gelombang suara, arus listrik yang melalui serbuk arang besarnya tetap. Sementara jika gelombang suara datang, arus berubah-ubah. Hal ini akan menyebabkan mikropon mengirimkan arus bolak-balik. Arus ini nantinya diterima oleh penerima melalui sebuah saluran telepon.
Sebuah mikropon yang baik secara teoritis harus dapat mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik dengan cacat suara yang minimum. Ada beberapa jenis mikropon misalnya mikropon kondensator, mikropon kristal dan mikropon karbon. Jenis mikropon karbon adalah yang paling banyak digunakan untuk jaringan telepon.
Penerima
Penerima telepon dalah sebuah alat untuk memproduksi kembali gelombang suara dengan sebuah membran getar, yang dioperasikan oleh arus bicara. Arus bicara ini dikirim oleh pihak yang memanggil.
Prinsip penerima telepon merupakan kebalikan dari pengirim, bekerja sebaliknya dari mikropon, yaitu mengubah perubahan arus listrik menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga manusia. Sebuah kumparan dilekatkan pada tiap elektroda dari sebuah magnit permanen dengan gulungan seri berlawanan. Magnit ini menggerakkan membran getar. Jika arus listrik masuk mengaliri sirkit penerima, fluks magnet akan dibangkitkan dalam kumparan-kumparan. Arah fluks berganti-ganti sesuai dengan arah dari arus listrik, menambah atau mengurangi fluks magnit permanen. Membran bergetar sesuai dengan amplitudo dan frekuensi daari arus bolak-balik sekitar sebuah titik imbang oleh kekuatan tarik magnit, mereproduksikan gelombang suara pada bagian muka dari membran.
Bel Magnet
Sebelum dilakukan pembicaraan antar dua telepon, sebuah bel magnet berbunyi untuk memberitahukan sebuah penggilan. Bel magnet terdiri dari atas sebuah magnet permanen yang berbentuk U. Satu dari kutubnya dilekatkan pada sepotong besi yang lembek, sedangkan kumparan digulung seri yang berlawanan. Sebuah armatur dari besi lunak ditempatkan berhadapan kutub P1 dan P2 bergerak dari samping ke samping pada porosnya. Dengan demikian sebuah tangkai pemukul pada ujung armatur memukul bel pada kedua sisi berganti-ganti.
Jika tidak ada arus signal fluks dari magnet permanen, yang melalui kutub P1 dan P2, dibagi sama sedemikian hingga tarikan pada armatur menjadi seimbang. Karena arus yang masuk adalah arus bolak-balik maka arus ini jika mengalir dalam arah seperti pada gambar, dua buah fluks melalui P1, yang ditimbulkan oleh magnet permanen dan arus kumparan, mempunyai arah yang saling berlawanan sehingga saling mentiadakan. Fluks yang melalui P2 sebaliknya mempunyai arah yang sama, menarik armatur ke P2 dan tangkai pemukul akan memukul bel G1. Jika arusnya dibalik, maka armatur ditarik ke P1 dan pemukul memukul bel G2. Dengan demikan pemukul memukul bel untuk memberitahukan signal masuk sewaktu arah dari arus berganti.
Kumparan Induksi
Pada sebuah telepon magnet, terdapat sebuah kumparan induksi yang memisahkan sirkit pengirim dari saluran arus rata untuk membentuk sebuah sirkit lokal yang memperbesar tegangan bicara yang dikirim. Sedang pada sebuah telepon batere sentral dan telepon otomatis, sirkit penerimanya dipisahkan untuk membnetuk sebuah sirkit lokal yang memperbesar tegangan-tegangan bicara ke saluran.
Sebuah kumparan induksi dengan kumparan ketiga yang dihubungkan paralel dengan sirkit penerimaan mampu untuk membentuk suatu sirkit “antiside tone”, yang biasanya dipakai.
Magnit
Sebuah magnit dipakai untuk membangkitkan arus signal bolak-balik ke papan sambung. Bekerjanya dengan prinsip yang sama seperti generator biasa. Pada gambar terkihat arus gelombang sinus dibangkitkan dalam sebuah konduktor, yang berputar dengan kecepatan yang tetap ddalam medan magnet yang sama besarnya.
Jika kita pasangkan cincin (disebut cincin slip) pada kedua ujung dari kumparan untuk menyalurkan arus yang dibangkitkan lewat sikat b1 dan b2 ke sirkit luar, kita dapat memberikan arus ke beban r.
Untuk telepon magnit kit dapat membangkitkan tegangan bolak-balik dari 16-25 Hz, 70 V dengan jalan memutar pada engkol magnet dengan kecepatam yang cukup.
Alat Pemutar (Dial)
Alat pemutar adalah sebuah alat, yang memutuskan arus saluran sesuai dengan sebuah ketentuan untuk memanggil pihak yang dipanggil memutar nomor dari pihak yang dipanggil.
Jika seorang pelanggan mengangkat teleponnya untuk memutar, penyambung hook (hook switch) menempati posisi untuk membuat sirkit tertutup. Arus sinyal mengalir dalam sirkuit ini dari papan sambung di kantor untuk memungkinkan pelanggan untuk memutar.
Dalam keadaan ini tempose cum(DS), oleh pemutaran mengerjakan kontak impulse (Di) secara terputus-putus. Kontak impulse (Di) tertutup untuk mengizinkan arus mengalir. Kontak (Di) terbuka untuk memutuskan aliran arus. Dengan cara memutar “4” arus diputuskan 4 kali. Dengan jalan memutar “0”, arus diputuskan 10 kali sampai kembalinya pemutar, dengan demikian arus diputuskan beberapa kali sesuai dengan angka berapa yang diputar. Arus ini disebut sebuah papan impulse dan papan sambung menghitung impulse ini untuk menghubungkan para pelanggan telepon.
Impulse putar terdiri atas tiga unsur, atau kecepatan impulse nilai tutup (make ratio) dan buka minimum (minimum pause), dan kalaupaun salah satunya berada dibaeah standar, penyambung normal tidak dapat diharapkan.
JARINGAN TRANSMISI
Pola jaringan yang digambarkan diatas sudah memadai untuk jumlah pelanggan yang sedikit. Cukup dipasang menggunkan satu switching. Namun dengan semakin bertambahnya pelanggan dan juga ditambah dengan area pelanggan yang semakin luas, hali ini secara teknis tidak praktis untuk memperluas kapasitas dari switch. Bila dipandang dari sudut ekonomis juga tidak menguntungkan, hal ini disebabkan harus melengkapi dengan sejumlah saluran-saluran pelanggan yang sangat panjang. Solusinya adalah dengan cara membagi suatu area menjadi beberapa area lagi. Setiap area dilengkapi degan satu sistem switching dan sistem-sistem switching daari seluruh area dihubungkan satu sama lain dengan saluran-saluran transit.
Apabila jumlah pelanggan meningkat dan kebutuhan perlengkapan switching bertambah, maka dengan sendirinya saluran-saluran transit yang diperlukan untuk menghubungkan kantor-kantor itu harus banyak. Jumlah saluran yang diperlukan tergantung pada bagaimana saluran-saluran transit menghubungkan kantor-kantor itu. Ada dua cara yang dapat dipakai, cara yang pertama adalah setiap kantor dihubungkan dengan saluran-saluran langsung ke kantor-kantor yang lainya. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan menempatkan suatu sistem switching yang semata-mata untuk keperluan transit, dipusat suatu area dan semua sirkuit dari kantor-kantor dalam area tersebut dikonsentrasikan ke sistem switching transit. Cara yang pertama disebut dengan jaringan jenis jala-jala. Jaringan jala-jala ini sederhana, ekonomis dan terbentuk antara beberapa kantor yang mempunyai hubungan lalu lintas yang sibuk. Cara yang kedua disebut jaringan jenis bintang. Cara-cara ini adalah cara yang biasa dipakai apabila jumlah kantor-kantor cukup banyak.
Bila jaringan jenis bintang dipergunakan, sejumlah besar kantor-kantor memerlukan dipasangnya sistem switching transit yang mempunyai derajat atau kedudukan yang lebih tinggi yang melayani beberapa kantor transit secara bersama. Cara demikian, dimana switch transit yang dipakai bertingkat-tingkat, disebut jaringan jenis bintang bertingkat (multistep).